Makalah Memori Sekunder

MAKALAH SISTEM OPERASI

MEMORI SEKUNDER

f1300-unsoed

DISUSUN OLEH :

ANWARUDIN FAJRI H1L014011

 

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

PURBALINGGA

2015

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa  yang telah melimpahkan berbagai kenikmatan, diantaranya nikmat kesehatan dan kemampuan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah sistem operasi berjudul “MEMORI SEKUNDER”.

Dalam menyelesaikan makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Nur Chasanah, M.Kom selaku dosen pengampu mata kuliah sistem operasi dan penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis butuhkan demi perbaikan dan kesempatan dalam penyusunan makalah di masa yang akan datang.

 

 

 

 

 

Purbalingga,   Desember 2015

Penulis

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………….

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang…………………………………………………………………………………….
  2. Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………
  3. Tujuan…………………………………………………………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN

  1. Pengertian Memori Sekunder…………………………………………………………………
  2. Jenis – Jenis Memori Sekunder……………………………………………………………….

BAB II PENUTUP

  1. Kesimpulan………………………………………………………………………………………….
  2. Saran…………………………………………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………..

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 1. Latar Belakang

Memori merupakan bagian dari komputer tempat menyimpan program – program dan data – data disimpan. Tanpa sebuah memori sebagai tempat untuk mendapatkan informasi guna dibaca dan ditulis oleh prosesor maka tidak akan ada komputer – komputer digital dengan sistem penyimpanan program. Dalam sistem komputer terdapat 2 buah jenis memori yaitu memori utama (primary memori) dan memori sekunder (secondary memori). Memori utama merupakan memori yang dapat diakses langsung oleh komputer dan bersifat volatile (data hilang bila listrik mati) sedangkan memori sekunder merupakan memori yang tidak dapat diakses langsung oleh komputer dan bersifat non-volatile (data masih ada jika sumber listrik mati). Pada makalah ini akan membahas mengenai memori sekunder pada komputer, apa saja jenis – jenis dari memori sekunder tersebut.

2. Rumusan Masalah

  • Apa yang dimaksud memori sekunder ?
  • Macam – macam memori sekunder ?

3. Tujuan

  • Mengetahui apa itu memori sekunder.
  • Memahami ciri – ciri memori sekunder
  • Mengetahui perangkat yang termasuk kedalam memori sekunder..

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Memori Sekunder

Memori Sekunder (Secondary memori) adalah penyimpanan yang terpisah atau tidak berhubungan langsung dengan Central Processing Unit (CPU). Memori sekunder digunakan untuk menyimpan atau menampung data yang lebih besar dan permanen, bisa juga dikatakan sebagai back-up dari memori utama. Memori sekunder juga disebut juga penyimpanan external (External Storage)

Data dalam memori sekunder tidak dikontrol langsung oleh komputer, meskipun datanya berasal dari memori utama. Kelemahan dari memori utama itu sendiri adalah tidak dapat menyimpan data yang permanen dan kapasitas penyimpanannya terbatas, sehingga diciptakanlah memori sekunder. Data pada memori sekunder adalah data yang sebelum dan sesudah diproses oleh komputer.

Ciri umum dari memori sekunder yaitu :

  1. Bersifat Non volatile

Walaupun komputer dimatikan, data-data yang disimpan di sarana penyimpanan sekunder tidak hilang. Data disimpan dalam piringan-piringan magnetik.

  1. Tidak berhubungan langsung dengan bus CPU

Pada memori sekunder tidak langsung terhubung dengan CPU melainkan membutuhkan perantara untuk menghubungkan kedua perangkat ini.

  1. Akses data cukup lambat

Data yang berada di sarana penyimpanan sekunder memiliki waktu yang lebih lama untuk diakses (read/write) dibandingkan dengan mengakses di memori utama. Selain disebabkan oleh bandwidth bus yang lebih rendah, hal ini juga dikarenakan adanya mekanisme perputaran head dan piringan magnetik yang memakan waktu.

  1. Harganya relatif murah

Perbandingan harga yang dibayar oleh pengguna per-byte data jauh lebih murah dibandingkan dengan harga memori utama

 

Beberapa fungsi – fungsi dari penyimpanan sekunder :

  1. Dapat menyimpan berkas secara permanen

Data atau berkas diletakkan secara fisik pada piringan magnet dari disk, yang tidak hilang walaupun komputer dimatikan (non volatile)

  1. Dapat menyimpan program yang belum dieksekusi prosesor

Jika sebuah program ingin dieksekusi oleh prosesor, program tersebut dibaca dari disk, lalu diletakkan di memori utama komputer untuk selanjutnya dieksekusi oleh prosesor menjadi proses.

  1. Memori virtual

Mekanisme sistem operasi untuk menjadikan beberapa ruang kosong dari disk menjadi alamat-alamat memori virtual, sehingga prosesor bisa menggunakan memorivirtual ini seolah – olah sebagai memori utama. Akan tetapi, karena letaknya di penyimpanan sekunder, akses prosesor ke memori virtual menjadi jauh lebih lambat dan menghambat kinerja komputer.

 

  1. Jenis – Jenis Memori Sekunder

Memori sekunder lebih banyak mengarah pada penyimpanan data-data berupa dokumen, audio, video, gambar, dan sebagainya. Memori utama adalah media untuk menyimpan instruksi, sedangkan memori sekunder berfungsi sebagai storage device (media penyimpanan).

Bentuk dari memori sekunder ini seperti: ROM, Disket, Zip Disk,  CD/DVD, Pita Magnetik, Hardisk Drive, Memori Flash. Termasuk juga virtual diskswap memory.
Dari segi kecepatan akses, memori sekunder lebih lambat dibanding memori utama.

Memori sekunder ini bersifat Non-Volatile, yaitu tidak membutuhkan arus listrik menetap untuk mengelola/ menyimpan data. Artinya meskipun komputer dipadamkan, atau memori sekunder ini dicabut dari komputer, data yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang.

  1. ROM (Read-Only Memory)

ROM bertugas untuk menyimpan perintah-perintah BIOS (Basic Input/Output System) yang diperlukan saat komputer melakukan boot-up.

Berikut ini adalah jenis-jenis memori ROM:

  • ROM               : Read Only Memory
  • PROM             : Programmable ROM
  • EPROM          : Erasable Programable ROM
  • EEPROM        : Electrically Erasable Programable ROM

 

  • PROM

 

Data hanya dapat disimpan ke dalam PROM sekali saja. Sekali data tersimpan, maka data tersebut akan tetap tersimpan selamanya. Jika ingin menghilangkan datanya, caranya hanyalah dengan memusnahkan/ menghancurkan chip memori tersebut.

 

  • EPROM
Intel C2708 1KB EPROM

Data yang tersimpan di dalam EPROM dapat dihapus dengan memaparkan sinar Ultraviolet ke arah lubang yang ada pada memori tersebut.

 

  • EEPROM & Flash Memory
ST M24C02 EEPROM

Merupakan sejenis chip memori tidak-terhapus yang digunakan dalam komputer dan peralatan elektronik lain untuk menyimpan sejumlah konfigurasi data pada alat elektronik tersebut yang tetap harus terjaga meskipun sumber daya diputuskan, seperti tabel kalibrasi atau konfigurasi perangkat.

 

Pengembangan EEPROM lebih lanjut menghasilkan bentuk yang lebih spesifik, seperti memori kilat (flash memory). Memori kilat lebih ekonomis daripada perangkat EEPROM tradisional, sehingga banyak dipakai dalam perangkat keras yang mampu menyimpan data statis yang lebih banyak (seperti USB flash drive).

Bagian dalam sebuah USB Flash Drive secara umum

 

 

  1. Disket

Disket atau floppy disk atau cukup disebut “disk” adalah lembaran plastik tipis dan datar yang terbungkus dalam penutup plastik 3,5 inci. Data dan program disimpan di disket dalam bentuk titik-titik magnetik, sesuai pola on/off standar dalam representasi data (misalnya ASCII).

Disket mampu menympan data sebesar 1,44 megabyte atau setara dengan tulisan sebanyak 400 halaman. Superdisk dapat menyimpan 120 megabyte. Saat ini, disket terbaru telah berlabel “2HD” (2 untuk “double sided” dan HD untuk “high density”) karena disket jenis ini mampu menyimpan data pada kedua sisi, sehingga kapasitasnya bisa lebih besar dibandingkan standar sebelumnya (DD atau “double density”).

 

 

  1. Optical Disk

Optical disk tidak menggunakan bahan yang bersifat magneti sama sekali. Optical disk menggunakan bahan spesial yang dapat diubah oleh sinar laser menjadi memiliki spot-spot yang relatif gelap atau terang. contohnya dar optical disk ini adalah CD-RW dan DVD-RW.

 

Teknologi dalam optical disk dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Phase-change disk

Disk ini dilapisi oleh bahan yang dapat mengkristal (beku) menjadi crystalline (serpihan-serpihan kristal) atau menjadi amorphous state (bagian yang tak berbentuk). Bagian crytalline ini lebih transparan, karenanya tembakan laser yang mengenainya akan lebih terang melintasi bahan dan memantul dari lapisan pemantul. Drive Phase-change disk ini menggunakan sinar laser dengan kekuatan yang berbeda. sinar laser dengan kekuatan tinggi digunakan melelehkan disknya kedalam amorphous state, sehingga dapat digunakan untuk menulis data lagi. sinar laser dengan kekuatan sedang dipakai untuk menghapus data denga cara melelehkan permukaan disknya dan membekukannya kembali ke dalam keadaan crytalline, sedangakan sinar laser dengan kekuatan lemah digunakan untuk membaca data yang telah disimpan.

  1. Dye-Polimer disk

Dye-polimer merekam data dengan membuat bump (gelombang) disk dilapisi dengan bahan yang dapat enyerap sinar laser. sinar laser ini membakar spot hingga spot ini memuai dan membentuk bump (gelombang). bump ini dapat dihilangakan atau didatarkan kembali dengan cara dipanasi lagi dengan sinar laser.

 

  1. Pita Magnetik

Mirip dengan pita kaset pada tape recorder (tetapi dengan kepadatan lebih tinggi), pita magnetik berupa pita plastik tipis dan berlapis substansi yang bersifat magnetik. Data direpresentasikan oleh titik magnetik (bit 1) atau titik nonmagnetik (bit 0). Saat ini, pita magnetik lebih banyak dipakai dalam back-up dan pengarsipan untuk mengelola catatan historis yang tidak membutuhkan akses secara cepat.

 

Pada komputer besar, pita magnetik dipakai dalam bentuk unit pita magnetik dan kartrid-kartrid khusus sehingga mampu menyimpan data sebanyak 200 gigabyte atau lebih. Sedangkan pada mikrokomputer, pita magnetik berbentuk kartrid pita (tape cartridge), yaitu modul mirip kaset audio yang berisi pita dan dibungkus dalam plastik berbentuk kotak. Popularitas pita magnetik sempat merosot karena munculnya produk-produk baru semacam Iomega jaz (yang kemudian berhenti) dan drive kartrid Zip-disk, akan tetapi karena ukuran hardisk makin membengkak sampai ukuran mutigigabyte, pemakaian zip-disk untuk backup menjadi kurang nyaman. Oleh karena pita magnetik bisa memuat hingga 200 gigabyte, pita magnetik pun masih menjadi alternatif untuk saat ini. Walau demikian, CD-R dan DVD-R juga telah menjadi alat backup yang cukup populer.

  1. Hardisk

Disket menggunakan plastik yang fleksibel, sedangkan hardisk berbahan kaku. Hardisk berupa piringan logam, glass, atau keramik yang tipis tetapi kaku dan dibungkus dengan sesuatu sehingga data dapat disimpan dalam bentuk titik-titik magnet. Hard drive minimal mempunyai 2 piringan/disk. Semakin banyak piringan berarti semakin besar kapasitasnya. Setiap piringan dipisahkan dengan ruang sempit dan diapit oleh kumparan berotasi yang berfungsi untuk menyatukan piringan-piringan tersebut. Hardisk terletak di unit hardisk drive tertutup untuk mencegah masuknya benda-benda asing ke dalamnya. Data bisa disimpan pada kedua sisi piringan disk.

Terdapat dua jenis hardisk portabel, yaitu :

  • Hardisk eksternal : adalah hardisk yang bisa ditempatkan di luar unit sistem dan tetap berpembungkus anti udara. Melalui kabel, hardisk dihubungkan ke unit sistem komputer ke port FireWire, USB, atau port lain.
  • Hardisk removable : atau hard-disk cartridge terdiri dari satu atau dua piringan dilengkapi head baca/tulisnya, terlindung dalam pembungkus kaku serta bisa dimasukkan ke drive cartridge pada unit sistem mikrokomputer.

 

  1. Memory Flash

Semua disk drive, baik disket, hardisk, atau CD-ROM, memiliki komponen yang bisa bergerak, dan semua komponen bergerak bisa patah. Akan tetapi memory flash, sebagai variasi chip memori komputer konvensional, tidak berisi komponen bergerak. Memori flash juga bersifat nonvolatile yaitu data tetap bertahan meskipun arus listrik mati. Meski demikian, memory flash juga memiliki kekurangan, yaitu sirkuitnya mudah rusak karena sering dipakai. Hal inilah yang menyebabkan memori flash tidak bisa berumur panjang.

Media memori flash ada tiga macam, yaitu kartu memory flash, stik memory flash dan drive memori flash.

  • Kartu memory flash adalah media penyimpanan yang bisa dimasukkan ke port memory flash di kamera digital, PC genggam, posel cerdas atau piranti bergerak yang lain. Tidak seperti Smartcard, kartu memory flash tidak mempunyai prosesor, sehingga memory flash hanya berfungsi untuk menyimpan data. Contohnya adalah karu Compact Flash (kapasitas hingga 4 gigabyte), kartu SecureDigital (hingga 1 gigabyte), kartu miniSD (hingga 512 megabyte), kartu xD atau xD Picture (hingga 512 megabyte), kartu multimedia (hingga 256 megabyte) dan kartu SmartMedia (hingga 128 megabyte).
  • Stik memory flash berukuran lebih kecil dari permen karet, stik memory flash merupakan salah satu bentuk media memory flash yang dimasukkan ke port stik memory pada kamera digital, camcorder, laptop, printer foto, dan peralatan-peralatan lain. Stik memory flash mampu menyimpan data hingga 1 gigabyte.
  • Drive memori flash yang disebut juga drive USB flash, keychain drive atau key drive, berupa modul memori flash sebesar jari yang bisa dicolokkan ke port USB pada PC atau Macintosh. Contohnya adalah M-System DiskOnKey, Sony MicroVault, Lexar Jump Drive, dan Sandisk Cruzer. Drive memori flash ini mampu menyimpan data hingga 8 gigabyte, sehingga drive ini akan sangat berguna bagi Anda yang bepergian dari rumah ke kantor tanpa laptop. Ketika anda memasang piranti ini ke port USB, komputer akan mengenalinya sebagai drive eksternal.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas daat disimpulkan bahwa Memori Sekunder (Secondary memori)  adalah penyimpanan yang terpisah atau tidak berhubungan langsung dengan Central Processing Unit (CPU). Memori sekunder digunakan untuk menyimpan atau menampung data yang lebih besar dan permanen, bisa juga dikatakan sebagai back-up dari memori utama. Memori sekunder juga disebut juga penyimpanan external (External Storage).

Memori sekunder bersifat non-volatile artinya walaupun komputer dimatikan, data-data yang disimpan di sarana penyimpanan sekunder tidak hilang. Data disimpan dalam piringan-piringan magnetik.

Contoh perangkat yang termasuk kedalam memori sekunder diantaranya ROM, disket, optical disk, pita magnetik, hardisk dan memori flash.

 

2. Saran

Untuk kemajuan teknologi memori maka diharapkan agar perkembangan memori kedepan mampu mewujudkan sebuah memori yang sesuai dengan kebutuhan dan pemakaian. Perkembangan teknologi memori yang semakin efektif, efisien dan canggih sehingga tuntutan akan kebutuhan memori dalam penggunaanya di komputer akan terpenuhi.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://alpha07.blogspot.co.id/2014/09/jenis-jenis-memori.html

http://wellyasintha.blogspot.co.id/2013/10/media-penyimpanan-primer-dan-sekunder.html

http://windatepe.blogspot.co.id/2012/12/memori-sekunder.html

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s